Di saat Facebook dihambat regulasi untuk cryptonya Libra, platform messaging tetangga Telegram akan maju dengan cryptonya sendiri yang dinamakan GRAM, diharapkan dalam 2 bulan kedepan.
Telegram berencana akan menyediakan servis ini secara global ke semua 200-300 juta pengguna aplikasi chatting nya. GRAM akan di implementasi di suatu network yang dinamakan TON, atau Telegram Open Network, yang saat ini masih dalam tahap development.
Screenshot Telegram Open Network (TON) dari video teaser nya
Banyak masalah dan pertimbangan yang muncul karena pengumuman ini. Yang paling mencolok, apakah crypto ini akan digunakan untuk membiayai hal ilegal seperti dana terorisme. Banyak juga yang takut karena Telegram pun banyak digunakan oleh penjahat dan aktivitas ilegal seperti demo di HongKong karena fitur privasi nya yang sangat bagus (enkripsi pesan), alhasil tidak dapat di deteksi pemerintah.
Saya rasa Telegram dan pendirinya Pavel Durov tidak akan bisa menyelesaikan isu-isu ini dengan gampang. Kita lihat saja Facebook saat meluncurkan Libra ditahan habis oleh para regulator di Amerika. Dan itu karena Facebook adalah suatu perusahaan, sama dengan Telegram. Tidak ada konsep decentralized dari kedua raksasa social media ini.
Beda dengan Bitcoin dan sistemnya yang memang dirancang dari awal secara decentralized jadi tidak dapat dihambat pemerintah manapun.
Coba sama-sama kita lihat aja perkembangannya. Saya rasa tidak akan berhasil dalam tahun ini.
Klub Sepakbola juara Liga Inggris yang dilatih oleh Pep Guardiola, Manchester City FC, baru saja mengumumkan partnership dengan perusahaan game blockchain Korea Selatan, Superbloke.
Superbloke will incorporate City players into its ‘FC Superstars’ game to allow fans to combine their support for the Club with online gaming experiences.
‘FC Superstars’ is an online game where users can build a digital team by collecting, training and growing specially designed Manchester City digital player cards using real-life match stats and in-game training.
ManCity.com
Direktur Superbloke Nak-Hyoung Kim juga mengatakan bahwa Superbloke memiliki visi menggunakan teknologi blockchain membantu fans sepakbola memiliki token pemain favorit masing-masing yang dapat dikoleksi.
Nantinya diperkirakan, semakin langka token nya, semakin berharga nilainya. Konsepnya sama dengan game collectibles blockchain lain yang sudah ada.
Hal ini hanya berarti satu hal: blockchain, cryptocurrency dan Bitcoin adalah internet berikutnya.
Dikutip dari Reuters, pemilik WhatsApp yakni grup Facebook sedang mengadakan pembicaraan ide untuk meluncurkan sistem pembayaran digital untuk Indonesia.
WhatsApp sedang berbincang dengan beberapa perusahaan terkenal di bidang ini: Go-Jek (Go-Pay), OVO, DANA, dan juga Bank Mandiri yakni operator Link-Aja.
Apabila jadi, Indonesia akan menjadi negara kedua dimana WhatsApp meluncurkan servis seperti demikian, setelah India, yang masih belum sukses karena alasan regulasi yang terlalu ketat.
Indonesia, berpopulasi 260 juta orang, adalah salah satu market terbesar WhatsApp dengan pengguna lebih dari 100 juta.
Pembicaraan dan kontrak diharapkan untuk segera selesai tahun ini, dan peluncuran servis payment digital diharapkan tahun 2020.
Beberapa sumber mengatakan bahwa WhatsApp harus mendapatkan ijin dari Bank Indonesia (BI), yang dianggap sangat sulit dan akan menunda proyek ini berbulan-bulan.
Baru saja terjadi kemarin: Peso Argentina melemah 15% lawan Dolar AS dalam kurun waktu 1 hari saja, dari angka 45 ke 60 ARS per 1 USD (stock market Argentina turun 30% di hari yang sama).
Terjadi juga minggu lalu sekitar 6 Agustus, AS melabel China sebagai “currency manipulator”, dikarenakan pemerintahnya yang sengaja melemahkan Yuan ke angka 7 RMB per 1 USD.
Banyak sekali penjualan skala besar yang dilakukan investor-investor karena takut akan kerugian. Tapi kita juga bertanya: kemanakah uang mereka ditempatkan berikutnya?
Sebelumnya saya sempat jelaskan mengapa mata uang (fiat currency) berbahaya untuk investasi. Alasan simple nya ini karena pemerintah bisa se-enak nya mencetak uang terus tanpa akhir untuk membayari hutang nya atau deficit negara. Kemudian ditambah dengan perang dagang dan sekarang melaju ke perang kurs, banyak orang-orang berduid melepas posisi nya di kurs – dan menempatkannya di emas, karena emas lah yang dianggap sebagai “real value” yang supply nya terbatas, bukan hanya secarik kertas yang bisa dicetak.
Harga emas 5 tahun terakhir
Kita sudah lihat beberapa negara juga melakukannya dengan gampang. Mereka hanya perlu cetak uang, lalu menukar uang cetakannya tersebut untuk membeli emas sebanyak mungkin. Inilah alasan mengapa harga emas naik terus, mencapai puncak baru di 5 tahun terakhir dengan harga USD 1500 / oz.
Terus apa hubungannya dengan Bitcoin? Ingat, sekarang Bitcoin masih lebih susah untuk dibeli daripada emas, karena regulasi dan sistem trading cryptocurrency yang masih dibentuk oleh banyak pihak. Tapi banyak orang menganggap Bitcoin sebagai digital gold untuk alasan yang sama:
Supply terbatas: maksimum peredaran di dunia 21 juta Bitcoins
Tidak tergantung oleh pemerintah manapun (decentralized)
Tidak dapat di duplikasi, replika, dan selama 10 tahun sejak dimulai sistem Bitcoin tidak pernah kena hack.
Harga Bitcoin dari 5 tahun lalu, USD 450. Saat ini di USD 9,800.
Kalau dibandingkan dengan emas yang di 5 tahun terakhir hanya naik 15%, Bitcoin naik sebanyak 2077%. Dan karena fungsi Bitcoin yang dapat berpindah tangan secara gampang di internet melalui blockchain membuatnya sangat, bahkan lebih berharga dibandingkan emas yang termasuk illiquid atau tidak gampang berpindah tangan.
Saya tidak akan heran apabila semua regulasi sudah jelas dan platform trading online menyediakan cara gampang membeli Bitcoin, semua orang akan menanamkan uangnya di Bitcoin. Dan saya mengira kedepannya dengan situasi perang dagang dan kurs seperti saat ini, Bitcoin akan terus jaya.
Banyak yang masih belum paham apa itu Bitcoin (BTC) dan dari segi mana dianggap sangat berharga sampai harganya mencapai $10,000, walaupun digital currency ini sudah beredar sejak tahun 2009.
Untuk menjelaskannya, saya harus kembali ke jaman dahulu kala saat uang pertama kali dibuat. Kita bisa lihat dari infographic dibawah ini.
Sejarah Mata Uang di Dunia
Sejak awal mula sejarah dunia, mata uang diciptakan oleh pemerintah, saat itu Raja Alyattes dari Lydia yang hari ini adalah bagian dari Turki, sebagai sebuah medium sah untuk menukar nilai. Hal ini disebabkan karena sistem barter tidak dapat bertahan lama.
Jadi kalau kita sama-sama pikir, penukaran nilai melibatkan tiga (3) pihak, bukan hanya 2: Penjual, Pembeli, dan Pihak Terpercaya. Penjual memberikan barang dagangannya kepada pembeli. Pembeli lalu memberikan medium untuk transaksi tersebut. Dan pihak yang terpercaya mengakui bahwa medium tersebut mempunyai nilai. Dari situlah pembeli dan penjual sama-sama puas akan transaksi tersebut. Di hari ini: pihak ketiga adalah central bank, atau Bank Indonesia untuk tanah air – dan medium adalah Rupiah.
Coba bayangkan apabila BI tiba-tiba mengumumkan bahwa Rupiah tidak lagi mempunyai nilai. Jadi kita hanya mempunyai secarik kertas saja, karena itulah bentuk mata uang rupiah. Dan kita tdk akan dapat menggunakan kertas ini untuk mendapatkan barang lain apabila tidak diakui oleh BI.
Jadi konsep dan peran pihak ketiga sampai hari ini masih sangat penting untuk sirkulasi mata uang. Mereka memberikan suatu kepercayaan atau “trust”, bahwa yang kita terima / berikan bernilai dan diakui sah.
Hanya ada satu masalah. Central bank atau pihak ketiga itu (pemerintah) boleh sesuka hati mencetak berapa banyak pun medium sah tersebut. Inilah mengapa negara-negara masih bisa impor saat devisa negara nya deficit / negatif. Inilah mengapa mereka masih bisa mengeluarkan Surat Obligasi kapanpun. Dan kemampuan ini juga salah satu penyebab fatal resesi finansial di Amerika tahun 2008 lalu.
Masalah inilah yang dapat dijawab oleh Bitcoin. Teknologi blockchain + cryptography yang digunakan Bitcoin dapat meng-eliminasi total “trust”, sehingga tidak lagi diperlukan pihak ketiga untuk mengakui.
Cara Kerja BlockchainCara kerja Cryptography
Bitcoin memberikan akses kepada siapapun di internet untuk memindahkan suatu nilai dari titik A ke titik B tanpa “trust” dengan dua teknologi tersebut. Dengan adanya Bitcoin, sebetulnya kita tidak perlu lagi menggunakan Bank untuk men-transfer dana ke siapapun di dunia. Yang diperlukan hanyalah digital wallet (gratis) dan akses internet.
Inilah sebab mengapa kita menghargai Bitcoin sampai puluhan ribu dollar. Bitcoin adalah mata uang pertama yang de-centralized. Tidak ada pihak otoritas yang mengatur. Tidak dapat di hack. Dan semua ledger perpindahan uang nya dapat dilacak oleh semua orang dengan menelusuri blockchain.
Dan saya sendiri percaya, karena sistem Bitcoin yang dibatasi supply nya maksimum 21 juta btc, jadi tidak bisa asal dicetak terus seperti halnya mata uang dunia saat ini, nilai nya akan terus naik.
Di post pertama saya di akhir Juli lalu, saya merekomendasikan beli masuk DASH sampai dengan harga $ 800. Banyak yang tanya saya ngapain beli DASH? Emang beda nya apa dengan yang lain, dan apakah crypto ini masih bisa naik banyak?
Per hari ini, harga DASH $104.05. Kalau ada yang ingat saat BTC tinggi2 nya di angka hampir $20,000, DASH ada di angka mendekati $1500. Dan kenapa saya yakin sekali akan kembali ke harga tinggi itu lagi?
Harga DASH di akhir tahun 2017 mencapai $1500. Data dari coinmarketcap.
Karena tidak ada orang yang beli makan / minum memakai Bitcoin. Biaya transfernya masih tinggi. Waktu konfirmasi block nya juga termasuk lama. Coba bayangkan kalau pedagang minuman kasih anda produk nya hari ini, dia baru akan menerima uang nya hari esok?
Disinilah DASH penting sekali. Akhir tahun 2017, DASH upgrade network nya ke versi 12.2 yang memungkinkan mereka memotong biaya sampai 10x lipat. Sekarang biaya transaksi DASH hanyalah $0.0014. Bayangkan kalau kita transaksi ribuan dollar, DASH hanya akan mengambil biaya tidak sampai 0.1%. Ini jauh sekali dengan kartu kredit yang biasanya minta 2-3%.
Di Januari 2019, DASH upgrade network nya lagi ke versi 0.13. Dengan ini transaksi bisa di konfirmasikan dalam waktu 1.3 detik saja.
Sekarang tim DASH berfokus kepada adopsi para pengguna, sekuritas network, dan penggunaan token nya:
Di sisi adopsi, DASH memiliki 4,800 merchants. Kebanyakan dari negara yang mata uangnya tidak terlalu baik seperti Colombia dan Venezuela. Di saat jaya nya akhir 2017, rata-rata wallet aktif di DASH ada 50,000. Sekarang, sudah berkembang lebih dari 50% ke 77,000.
DASH juga meningkatkan sekuritas network nya dengan menambahkan fitur yang dinamakan Chain Locks di bulan Mei kemarin, yang menangkis ancaman serangan 51% yang ditakutkan pengguna blockchain.
Penggunaan DASH semakin hari akan dibuat semakin gampang untuk dipakai. Saya mendengar kode project bernama “Evolution” yang akan di implementasi untuk membuat pengguna semakin gampang memakai token mereka.
Jadi kalau dari pertimbangan ini semua, semoga tidak heran kenapa saya rekomendasikan beli masuk DASH sampai dengan $800.
Apa itu CRPT? Token keluaran Crypterium, perusahaan fintech asal Estonia ini ditaut oleh raja industri seperti KPMG dan H2 Ventures sebagai salah satu perusahaan yang paling meyakinkan masa depan nya.
Kenapa di rekomendasi? Karena projek ini satu-satunya yang membangun aplikasi bernama Bitcoin card, berfungsi seperti kartu kredit, untuk dengan gampang merubah semua transaksi apapun menjadi pembayaran dalam Bitcoin.
Crypterium juga menyediakan fitur transfer uang antar pemegang ponsel, cukup dengan nomer hp saja. Gimana caranya tuh kalo mereka tidak pernah pakai crypto? App mereka secara otomatis membuatkan wallet baru untuk mereka yang tidak mempunyai app nya – yang mereka harus lakukan untuk mengambil uang nya hanyalah menginstall app saja, dan dapat dikonversikan ke mata uang fiat.
Kalau menilai ini semua, potential nya besar sekali, karena dibawah semua solusi pembayaran dan finansial ini, token CRPT lah yang akan digunakan untuk operasionalnya. Token ini juga memiliki supply cap di hampir 100 juta token, dan tiap transaksi akan dimusnahkan 0.5% dari nilai transaksi. Secara teori, token ini akan semakin berharga di masa depan.
Rekomendasi: beli masuk token CRPT sampai $ 0.40. Beli di exchange KuCoin, HitBTC, atau Liquid.
Graph di atas menunjukkan pergerakkan dalam 1 tahun terakhir korelasi antara IDX Composite Index (atau Jakarta index) dan nilai (Values) Bitcoin.
Singkat kata apakah ada korelasi nya? Jawabannya: tidak ada.
Bisa kita lihat sendiri dan tafsirkan pergerakkan kedua index ini sama sekali tidak berhubungan. Di sekitar bulan Mei lalu IDX turun ke kepala 5, Bitcoin seolah tidak ber-reaksi sama sekali. Di saat Bitcoin rally di bulan Juni-Juli, IDX santai-santai saja di sekitar kepala 6 awal.
Jadi mau tau pergerakkan Bitcoin kedepan darimana donk? Kita bisa prediksi hanya dari berita dan riset yang mendalam. Banyak hal politik yang dapat memicu gerak gerik harga Bitcoin. Per hari ini tanggal 7 Agustus, harga Bitcoin hari ini adalah $11,677 (sempat sampai $12,000 kemarin, walaupun sebentar saja).
Tapi kalau anda para pembaca percaya dengan nilai Bitcoin yang sangat berharga, silahkan beli masuk sekarang.
Setiap minggu saya akan update dari rekomendasi per 1 Agustus, graph dibawah. Yang paling berkesan, BTC naik dari USD 10,034 menjadi USD 11,670, kenaikan lebih dari 16% dalam 7 hari saja.
Alasannya simple. Situasi politik di dunia tidak stabil. Perang dagang antara Amerika dan China adalah salah satu penyebab paling besar. Kita bisa lihat dampak nya juga di harga emas dan silver yang terus meningkat – artinya penduduk luar semakin hari semakin tidak percaya dengan bank sentral dan pemerintah berbagai macam negara.
Baru juga keluar berita hari ini bahwa China dituduh oleh AS me-manipulasi kurs nya. Apabila orang sudah tidak percaya dengan kurs negara, kebanyakan akan lari ke emas, atau versi digital nya, yaitu Bitcoin. Karena emas dan bitcoin merupakan asset yang betul-betul berharga dengan batas maksimum peredaran. Kalau mata uang, pemerintah bisa saja cetak terus-menerus sampai kiamat.
Saya akan membuat daftar rekomendasi cryptocurrency dibawah ini per tanggal 1 Agustus 2019, dan akan di update secara berkala. Harga masuk adalah per tanggal tersebut.
Bitcoin (BTC). Harga $10,034.40. Beli masuk sampai $25,000.
Ethereum (ETH). Harga $216.64. Beli masuk sampai $550.
Litecoin (LTC). Harga $98.53. Beli masuk sampai $175.
Neo (NEO). Harga $11.68. Beli masuk sampai $22.
Gas (GAS). Harga $2.16. Beli masuk sampai $45.
Storj (STORJ). Harga $0.17. Beli masuk sampai $1.
Ethereum Classic (ETC). Harga $6.04. Beli masuk sampai $25.
Dash (DASH). Harga $107.04. Beli masuk sampai $800.
Factom (FCT). Harga $3.98. Beli masuk sampai $50.
OmiseGo (OMG). Harga $1.58. Beli masuk sampai $20.
Cindicator (CND). Harga $0.009. Beli masuk sampai $0.30.
Aion (AION). Harga $0.10. Beli masuk sampai $10.
Gifto (GTO). Harga $0.023. Beli masuk sampai $0.80.
Quantstamp (QSP). Harga $0.014. Beli masuk sampai $0.25.
FunFair (FUN). Harga $0.002. Beli masuk sampai $0.04.
Steem (STEEM). Harga $0.24. Beli masuk sampai $3.50.
Stellar Lumens (XLM). Harga $0.08. Beli masuk sampai $0.35.
VeChain (VET). Harga $0.005. Beli masuk sampai $0.016.
Project 0x (ZRX). Harga $0.22. Beli masuk sampai $0.75.
Basic Attention (BAT). Harga $0.24. Beli masuk sampai $0.35.
Ripio Credit Network (RCN). Harga $0.01. Beli masuk sampai $0.03.
Maker (MKR). Harga $586.34. Beli masuk sampai $800.
DigixDao (DGD). Harga $19.06. Beli masuk sampai $24.
Cardano (ADA). Harga $0.05. Beli masuk sampai $0.90.
Power Ledger (POWR). Harga $0.07. Beli masuk sampai $0.85.